FILM KANG SOLAH (2025): Dari Puisi ke Jeritan Ketakutan, Menyatukan Horor, Komedi, dan Romansa yang Bikin Para Lelaki Iri”

Tidak butuh mahkota untuk menjadi Ratu,

Tidak perlu harta untuk menjadi Kaya,

 Cukup Kamu — aku sudah punya segalanya. (Neng Dara Gonzales  – Davina Karamoy )

Puisi sederhana nan Romatis Itu sangat dingat oleh anak saya, Abi Khoidar dan Teman anak saya yang bernama Reza Anas saputra (Eja). Mereka berhasil mengigat dan mencatat puisi tersebut ditengah tengah film KANG SOLAH yang masih berlangsung ketika kami NONTON NOBAR Film Kang SOLAH di bilanganan DEPOK.  

Puisi sederhana yang dilantunkan Neng Dara Gonzales bukan sekadar rangkaian kata, melainkan kunci suasana yang menyulut rasa penasaran penonton. Dari bait itu, cerita bergulir menuju sebuah petualangan penuh tawa, jeritan, hingga romansa absurd ala Kang Solah. Film ini seolah mengajak kita menaiki rollercoaster emosi—naik, turun, lalu berputar di antara horor dan komedi.

Sempet iri juga sih sama KANG SOLAH Karena pacarnya itu Neng Dara Gonzales. Kece banget si Neng DARAnya. Padahal KANG SOLAH biasa aja tapi cintannya tulus. Ya tulus lah, Neng Darannya KECE. Jadi ingat kisah cintaku dengan Istriku, penulis wajahnya biasa aja, eh istrinya, alhamdulilah cantik.

Ditengah menonton film KANG SOLAH, Penulis juga punya Puisi indah buat istrinya. Dibisikan saat sedang NONTON NOBAR film KANG SOLAH.

Bukan TITIK yang membuat TINTA,
Tapi TINTA yang membuat TITIK.
Bukan CANTIK yang membuat CINTA,
Tapi CINTA yang membuat CANTIK.

Aduh, penulis, sempat-sempatnya ngengombal disaat  NONTON NOBAR film KANG SOLAH pada saat masih berlangsung. 🤭😀😍

Kisah diawali KANG SOLAH pulang kampung dengan penuh percaya diri, berharap disambut bak pahlawan. Namun, alih-alih sambutan hangat, ia justru dianggap arwah penasaran yang kembali menghantui. Dari premis inilah, Kang Solah From Kang Mak x Nenek Gayung membuka pintu kisah yang memadukan horor, komedi, sekaligus drama percintaan.


“EUG GNOLOT!?!”

teriak Kang Solah Vincenzio (Rigen Rakelna) ketika dirinya ditangkap oleh sosok mistis Nenek Gayung (Asri Welas). Adegan ini terjadi Di tengah alur penuh kelucuan, film ini menyelipkan momen yang tak terlupakan dan jadi titik balik: penonton dihadapkan pada ketegangan, namun sekaligus tergelak oleh ekspresi absurd sang tokoh utama.

Momen tersebut menjadi simbol keseimbangan unik film ini—antara jeritan horor dan gelak tawa—serta membuka jalan menuju drama cinta Solah dengan Dara yang terus diuji di tengah kekacauan.

Kang Solah adalah kelanjutan dari semesta Kang Mak, adaptasi Indonesia dari film Thailand legendaris Pee Mak. Jika Kang Mak (dibintangi Vino G. Bastian dan Marsha Timothy) lebih menitikberatkan pada horor komedi romantis, maka Kang Solah memperluasnya dengan menghadirkan tokoh Nenek Gayung—urban legend khas Indonesia—untuk menambah lapisan budaya sekaligus komedi yang lebih dekat dengan penonton lokal.

Kang Solah (2025) cocok untuk penonton yang ingin menikmati horor ringan dengan bumbu tawa, pecinta komedi khas Indonesia yang kangen dengan lawakan segar ala Rigen, Jegel, dan Indro. Mereka yang mencari tontonan bersama teman atau keluarga, tanpa takut terlalu tegang. Film Kang Solah (2025) tidak cocok untuk Penonton yang menginginkan horor murni dengan atmosfer seram yang konsisten.

Film Kang Solah (2025) hadir sebagai salah satu tontonan horor komedi terbaru dari Falcon Pictures yang siap menghibur sekaligus menegangkan. Dengan sentuhan khas Herwin Novianto sebagai sutradara, film ini menawarkan perpaduan antara humor, romansa, dan kisah mistis yang lekat dengan urban legend.

Berikut adalah detail informasi film Kang Solah (2025):

  • Genre: Horor Komedi
  • Sutradara: Herwin Novianto
  • Penulis Skenario: Alim Sudio
  • Produksi: Falcon Pictures
  • Tahun Rilis: 2025
  • Durasi: sekitar 116 menit
  • Klasifikasi Usia: Remaja (13+)

Dengan durasi sekitar dua jam, film ini dipastikan tidak hanya menyuguhkan adegan menegangkan, tetapi juga sentuhan romansa antara karakter utama serta humor segar yang membuat penonton betah mengikuti alurnya dari awal hingga akhir.



👥 Pemain Utama Film Kang Solah (2025)

Selain jalan cerita yang segar, film Kang Solah (2025) juga diperkuat dengan jajaran pemain papan atas yang sudah dikenal luas di dunia hiburan Indonesia. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri dalam memadukan unsur horor, komedi, sekaligus romansa di layar lebar.

Berikut deretan pemain utama yang tampil dalam film ini:

  • Rigen Rakelna sebagai Solah Vincenzio, tokoh utama dengan karakter kocak namun penuh kejutan saat berhadapan dengan dunia mistis.
  • Indra Jegel sebagai Fajrul, sahabat setia yang menambah porsi komedi dalam cerita.
  • Tora Sudiro sebagai Jaka, karakter dengan karisma dewasa yang membawa dinamika baru di dalam alur film.
  • Indro Warkop sebagai Kang Supra, sosok senior yang menjadi bumbu nostalgia sekaligus simbol komedi klasik Indonesia.
  • Andre Taulany sebagai Kang Mas Pusi, karakter unik dengan humor khasnya yang siap mencuri perhatian penonton.
  • Davina Karamoy sebagai Dara Gonzales, tokoh perempuan yang menghadirkan nuansa romansa sekaligus kelembutan di tengah cerita horor.
  • Asri Welas sebagai Nenek Gayung, ikon urban legend yang dibawakan dengan gaya horor-komedi khas, menakutkan tapi tetap menghibur.
  • Kenzy Taulany sebagai Iqbal, generasi muda yang menambah kesegaran dan energi baru dalam film.

Selain nama-nama di atas, film ini juga menghadirkan bintang lain seperti Indy Barends, Praz Teguh, dan beberapa komedian ternama lain yang membuat suasana semakin meriah.

Dengan kombinasi aktor senior, komedian populer, dan bintang muda, Kang Solah (2025) menjanjikan hiburan yang lengkap: ada tawa, ada cinta, dan tentu saja ada jeritan ketakutan.

Info dikutip dari Instagram @falconpictures_, Pada Hari ke 4 penanyangan,
KANG SOLAH sudah mencapai 656.447 penonton. Termasuk 4 penonton dari kami.
inJun, Neng Nia, Abi dan Eja.



😂 Adegan Lucu & Jorok Banget
Bukan hanya soal teror, film ini juga dipenuhi humor khas STAND UP komedian tanah air. Salah satunya adalah adegan ikonik “lima masuk satu” yang bikin penonton ngakak berjamaah di bioskop. Adegan ini begitu absurd, receh, sekaligus “Jorok banget”, namun justru berhasil jadi momen paling diingat dalam film — membuktikan kalau Kang Solah bukan sekadar horor komedi biasa.


Film ini berhasil menjaga konsistensi gaya penceritaan dengan memadukan humor segar dan ketegangan khas horor tanpa terasa janggal. Transisi antara adegan lucu, mencekam, hingga romantis mengalir mulus sehingga penonton tidak kehilangan fokus pada inti cerita. Dengan bahasa visual yang lugas dan komedi yang relevan, Kang Solah terasa dekat dengan keseharian penontonnya.

Lebih jauh, Kang Solah juga mengajak penonton untuk terlibat secara emosional. Beberapa momen sengaja dirancang agar kita menebak-nebak arah cerita, lalu dipecahkan lewat punchline atau kejutan horor yang tak terduga. Pendekatan interaktif ini membuat film terasa lebih hidup, seakan-akan setiap jeritan dan tawa penonton ikut menjadi bagian dari pertunjukan.


Kang Solah (2025)
berhasil menghadirkan tontonan yang memadukan tawa, cinta, dan jeritan ketakutan. Menariknya, film ini bukan sekadar parade tawa dan teror. Ia juga menyelipkan romansa unik antara Solah dan Dara yang bikin baper. Dari interaksi polos hingga momen penuh gimmick, kisah cinta mereka jadi bumbu manis yang menyeimbangkan ketegangan. Inilah yang membuat Kang Solah terasa berbeda: horor yang tak kehilangan hati.

Kalau setelah NOBAR BARENG film Kang Solah, kamu bakal masuk tim yang mana?
👉 Tim menjerit ketakutan,
👉 Tim ngakak terbahak,
👉 Tim baper karena romansa absurd,
atau 👉 Tim yang diam-diam iri sama kisah cinta horor-komedi Kang Solah?

Jadi Mau yang mana? NONTON NOBAR atau NOBAR BARENG? 😂 🤭
Tapi Awas, jangan nonton sendiri ya. Masah kalah sama KANG SOLAH. 🤣🤭😍🤭🙏


—————————————————————-
Penulis By Suryo Nugroho (inJun)
E-mail: desain.injun@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *